Langsung ke konten utama

Analisa usaha budidaya ikan nila

2.5 Analisa usaha budidaya ikan nila luas kolam 1000 m2 merupakan lahan sewa. Benih yang akan dibesarkan sebanyak 60.000 ekor . Jumlah tenaga kerja 3 orang Rp. 2.000.000 per bulan/orang Pembesaran ini selama 4 bulan berukuran 200-300 gram/ekor Total produksi nila komsumsi yang dipanen kurang lebih 10 ton. Biaya sarana pembesaran Kolam 1000m2 sewa selam 4 bulan = Rp. 4.000.000 Benih nila 6.000 ekor = Rp. 18.000.000 Alat perikanan = Rp. 2.000.000 Total = Rp.24.000.000 Biaya operasional Biaya pakan = Rp. 60.000.000 Tenaga kerja 3 orang = Rp. 6.000.000 Obat-obatan = Rp. 10.000.000 Total = Rp. 76.000.000 Biaya pengeluaran keseluruhan Biaya sarana = Rp. 24.000.000 Biaya operasional = Rp. 76.000.000 Total = Rp.100.000.000 Pendapatan Pendapatan = total produksi X harga jual = 10.000 Kg X Rp. 16.000 = Rp. 160.000.000 Keuntungan Keuntungan = pendapatan total pengeluaran = Rp. 160.000.000 Rp. 100.000.000 = Rp. 60.0000 BEP harga = total modal : total produksi = Rp. 100.000.000 : 10.000 = 10.000 BEP produksi = total modal : harga jual = Rp.100.000.000 : Rp. 16.000 = Rp. 6.250 Revenue cost ratio (R/C ratio) = pendapatan : pengeluaran = Rp. 160.000.000 : Rp. 100.000.000 = 1.6

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah singkat ikan nila

2.1 Sejarah Singkat Ikan Nila Ikan nila sangat dikenal oleh masyarakat penggemar ikan air tawar, baik di Negara berkembang maupun di Negara maju.Menurut sejarahnya, ikan nila pertama kali di datangkan dari Taiwan ke Balai Penelitian Perikanan Air Tawar, Bogor pada tahun 1969.Setahun kemudian, ikan nila mulai disebarkan ke beberapa daerah. Pemberian nama nila berdasarkan ketetapan Direktur Jendral Perikanan tahun 1972. Nama tersebut diambil dari nama spesies ikan ini, yakni nilotica yang kemudian diubah menjadi Nila. Adapun klasifikasiikan nila sebagai berikut : Gambar 1. Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Klasifikasi Ilmiah ikan nila: Kingdom : Animalia Filum : Chortoda Subfilum : Vertebrata Class : Osteichtyes Subclass : Acanthontopterigy Ordo : Percomorphy Subordo : Percoidae Family : Cichlidae Genus : Oreochromis Spesies : Oreochromis niloticus (Linnaeus, 1758) Ikan Nila merupakan salah satu komoditi penting perikanan budidaya air ta...

Motivasi anak perikanan

EKOSISTEM DUNIA PERIKANAN Oleh: Toguan Sihombing, S.Pi Keseharianku beraktifitas tak jauh dengan urusan kolam, maka pada kesempatan kali ini aku mencoba membahas seputar ekosistem pada dunia perikanan itu. Ekosistem dimaksudkan erat kaitannya dengan suatu sistem kehidupan didalamnya yang saling ada kaitannya. Jika tidak ada kaitannya, maka ia harus dikeluarkan dari yang disebut sistem tersebut. Pada rangkaian sistem tersebut, ada yang namanya jenis-jenis ikan, diantara jenis ikan itu masing-masing ada posisinya, sebagai anak maupun sebagai ayah atau ibu. Anak-anak ikan dilingkungan itu bermacam pula banyaknya tergantung jenis apa ayah-ibunya. Misal jika ibunya ikan mas, anak-anaknya puluhan ribu, jika ibunya ikan gurami anaknya paling ribuan, rata-rata tiga ribuan. Kondisi anak-anaknya ini biasanya pertumbuhan relatif merata, jika ingin cepat besar dapat diberikan makanan yang bergizi dan jumlahnya banyak, namun kebiasaan "pembudidaya" yang mengurusnya cenderung ingin ikannya...

Persiapan lahan budidaya ikan nila

2.2 Persiapan lahan budidaya Mempersiapkan lahan budidaya adalah hal penting, sebelum benih ditebar pada wadah budidaya, akan sangat mempengaaruhi hasil panen. Pertumbuhan ikan nila dapat optimal dan target dapat dicapai. Berikut tahapan yang perlu dilakukan dalam budidaya ikan nila. Pengeringan lahan budidaya (Gambar . pengeringan tambak) Pengeringan bertujuan untuk membasmi penyakit dan hama yang tumbuh pada tambak budidaya sebelumnya.pengeringan tambak dapat dilakukan dengan cara menguras atau mengosongkan air hingga benar-benar habis. Kemudian tambak dijemur selama beberapa hari, tergantung dari jenis tanah dan cuaca pada saat penjemuran. Umumnya penjemuran dilakukan selamaa 3-7 hari. Tanah dikatakan cukup kering apabila anda mengijakan kaki pada dasar kolam jejek yang ditinggalkan hanya sedalam kurang lebih 1 cm namun, apabila jejak yang ditinggalkaan lebih dari itu, maka tambak belum cukup kering dang perlu dikeringkan lagi selama beberapa hari Pembalikan tanah dan pengap...