KUTULIS SAJAK TENTANG KAMU
ditimur matahari masih begitu muda
saat burung berterbangan lewat sela-sela daun jati
engkaukah yang menari diantara ketiak para lelaki
dengan baju pesta hitam
sejak semalaman
gaun pesta sudah lekat karena peluh
ciptakan lekuk indah tubuhmu
para lelaki memburu memeluk surga yang semu
sementara lelahmu diam tak mampu beradu
terpasung diderit ranjang
lewat dengus nafas para lelaki hidung belang
ya....kamukah itu perempuan yang bergaun pesta hitam
yang terus menari diatas luka-luka
ya kamukah itu perempuan yang tak lagi mampu menangis
meski telah beribu belati lelaki menancapi
o...perempuan inikah takdirmu
atau hanya sekedar hidup untuk dijalani
saat kaki melangkah pulang
pada ruang kamar kontrakan yang dibayar bulanan
seorang bocah lelap dengan senyum mengembang
bermimpi bermain dengan seribu bidadari dari surga
tanpa peduli lelah dipeluk lalu dibisiki telinganya:
" Nak, maafkan ibu, Sebab kamu mesti hidup dan tumbuh menjadi matahari
atau Tuhan berkehendak lain, Aku tak mengerti
Semarang 19-juli- 2014
EKOSISTEM DUNIA PERIKANAN Oleh: Toguan Sihombing, S.Pi Keseharianku beraktifitas tak jauh dengan urusan kolam, maka pada kesempatan kali ini aku mencoba membahas seputar ekosistem pada dunia perikanan itu. Ekosistem dimaksudkan erat kaitannya dengan suatu sistem kehidupan didalamnya yang saling ada kaitannya. Jika tidak ada kaitannya, maka ia harus dikeluarkan dari yang disebut sistem tersebut. Pada rangkaian sistem tersebut, ada yang namanya jenis-jenis ikan, diantara jenis ikan itu masing-masing ada posisinya, sebagai anak maupun sebagai ayah atau ibu. Anak-anak ikan dilingkungan itu bermacam pula banyaknya tergantung jenis apa ayah-ibunya. Misal jika ibunya ikan mas, anak-anaknya puluhan ribu, jika ibunya ikan gurami anaknya paling ribuan, rata-rata tiga ribuan. Kondisi anak-anaknya ini biasanya pertumbuhan relatif merata, jika ingin cepat besar dapat diberikan makanan yang bergizi dan jumlahnya banyak, namun kebiasaan "pembudidaya" yang mengurusnya cenderung ingin ikannya...
Komentar
Posting Komentar